Telah meninggal dunia keyboard mekanikal kepercayaanku,
Razer Blackwidow karena ketumpahan kopi.
Keyboard itu padahal keyboard kesayanganku banget. Sudah
beberapa game dan tulisan yang sudah selesai ditulis menggunakannya.
Padahal keyboard mekanikal (yang kalo dipencet bunyinya
klik-klik dan masing masing datanya terpisah) yang bagus susah sekali dicari
:’(
Kronologis kematiannya seperti ini :
Tadi
malem seperti biasa aku nge game sambil nulis nulis sendirian di kamar, gak ada
firasat apapun. Karena ngantuk mulai datang, aku meninggalkannya demi membuat
kopi di dapur. Pas duduk lagi, sempet sih liat gelasnya agak retak, mungkin ini
pertanda, tapi entahlah. Lalu aku minum kopinya, nggak sengaja kesenggol tangan
kanan. Kopinya tumpah dan langsung mengenai keyboard Razel Blackwidow milikku.
Aku sempet panik. Aku ambil handuk, lalu
aku coba lap. Tapi percuma, hasilnya nihil. Kopinya merembes ke tombol
tombolnya. Aku coba ketak ketik. Awalnya masih bisa berfungsi biasa aja. Eh,
lama lama makin eror. Tombolnya kepencet pencet sendiri. Makin lama makin eror.
Tombolnya makin kepencet sendiri. Mungkin ini seperti kejang kejang sakarotul
maut sebelum kematiannya.
Panik, aku coba restart komputer. Dan
terjadi apa yang aku takutkan daritadi: tombolnya tidak responsif lagi. Aku
pencet gimana pun tetep gak bisa. Napasku memburu, aku makin panik mencet
mencet dia terus, tapi percuma, dia tidak bereaksi sama sekali. Aku duduk
memandanginya nanar.
My dearest Blackwidow akhirnya wafat,
kira kira pukul 23.48. aku melepas semua kabelnya dari CPU. Aku taruh dia di
atas kasur. Sambil memandanginya, layaknya montage yang sendu sekelebat muncul
memori memoriku bersamanya beberapa tahun ke belakang.
Malam yang dingin yang kuhabiskan
menulis bersamanya, kata demi kata yang kurangkai bersamanya, kalimat yang
tersusun rapi, titik koma yang disulam.
Orang bilang kita tak akan tahu rasanya
kehilangan sampai akhirnya kita kehilangan, malam ini terbukti itu benar.
Apakah suatu saat aku akan menemukan keyboard sepertimu lagi? Mungkin. Tapi tak
seindah dirimu, itu pasti. Kamu tak akan terganti.
Hari ini aku akan menyimpanmu rapi,
dalam kotak kardus coklat, di atas lemari kamarku.
Sampai kapan? Entahlah.
Terima kasih atas waktumu selama ini.
Terima kasih atas pertemanan kita.
Bahagialah kamu di surga keyboard di
atas sana....
Salam
...