CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 17 Februari 2014

Keyboard? Dadaa

Telah meninggal dunia keyboard mekanikal kepercayaanku, Razer Blackwidow karena ketumpahan kopi.
Keyboard itu padahal keyboard kesayanganku banget. Sudah beberapa game dan tulisan yang sudah selesai ditulis menggunakannya.
Padahal keyboard mekanikal (yang kalo dipencet bunyinya klik-klik dan masing masing datanya terpisah) yang bagus susah sekali dicari :’(
Kronologis kematiannya seperti ini :
          Tadi malem seperti biasa aku nge game sambil nulis nulis sendirian di kamar, gak ada firasat apapun. Karena ngantuk mulai datang, aku meninggalkannya demi membuat kopi di dapur. Pas duduk lagi, sempet sih liat gelasnya agak retak, mungkin ini pertanda, tapi entahlah. Lalu aku minum kopinya, nggak sengaja kesenggol tangan kanan. Kopinya tumpah dan langsung mengenai keyboard Razel Blackwidow milikku.
Aku sempet panik. Aku ambil handuk, lalu aku coba lap. Tapi percuma, hasilnya nihil. Kopinya merembes ke tombol tombolnya. Aku coba ketak ketik. Awalnya masih bisa berfungsi biasa aja. Eh, lama lama makin eror. Tombolnya kepencet pencet sendiri. Makin lama makin eror. Tombolnya makin kepencet sendiri. Mungkin ini seperti kejang kejang sakarotul maut  sebelum kematiannya.
Panik, aku coba restart komputer. Dan terjadi apa yang aku takutkan daritadi: tombolnya tidak responsif lagi. Aku pencet gimana pun tetep gak bisa. Napasku memburu, aku makin panik mencet mencet dia terus, tapi percuma, dia tidak bereaksi sama sekali. Aku duduk memandanginya nanar.
My dearest Blackwidow akhirnya wafat, kira kira pukul 23.48. aku melepas semua kabelnya dari CPU. Aku taruh dia di atas kasur. Sambil memandanginya, layaknya montage yang sendu sekelebat muncul memori memoriku bersamanya beberapa tahun ke belakang.
Malam yang dingin yang kuhabiskan menulis bersamanya, kata demi kata yang kurangkai bersamanya, kalimat yang tersusun rapi, titik koma yang disulam.
Orang bilang kita tak akan tahu rasanya kehilangan sampai akhirnya kita kehilangan, malam ini terbukti itu benar. Apakah suatu saat aku akan menemukan keyboard sepertimu lagi? Mungkin. Tapi tak seindah dirimu, itu pasti. Kamu tak akan terganti.
Hari ini aku akan menyimpanmu rapi, dalam kotak kardus coklat, di atas lemari kamarku.
Sampai kapan? Entahlah.
Terima kasih atas waktumu selama ini. Terima kasih atas pertemanan kita.
Bahagialah kamu di surga keyboard di atas sana....

Salam
...